Kita Sebagai Orang percaya harus berani menyatakan kesalahan.... Walaupun sekalipun itu sangat menyakitkan Jika di dalam Menyatakan Kebenaran , kita akan di perhadapkan dengan 2 pilihan : *menyenangkan orang lain, karena kita merasa segan dgn orang lain atau *menyenangkan Tuhan, Sekalipun itu Sangat SuLit Ada pEpatah mengatakan : > Lebih baik Kita Menyakiti orang Lain Daripada Kita menyakiti ALLah Bapa di Surga

Jumat, 16 Januari 2009

Doa Yg MEnyertai kita

Adakah ……yang akan mendoakan kita ?

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di Rumah Sakit di ruang ICU. Disaat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia Roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan, "kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!

"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang ... " kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati. Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali merngunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "apakah besok pagi aku sudah pulih? pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit".

Dengan lembut si Malaikat berkata, "anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktu mu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu".

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layer besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka".

Kata Malaikat, "aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu" Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, " Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu, tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri." dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat".

Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat ! tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang ! Dengan setengah bergumam dia bertanya, "apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?"

Jawab si Malaikat, " ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah".

Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam. Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, "anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu!! kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00". Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan. Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.

Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.

Doa sangat besar kuasanya, tak jarang kita malas, tidak punya waktu, tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain. Ketika kita mengingat seorang sahabat lama / keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia, mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.

Di saat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi. Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain... sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.

ISA

Apa yang Membuat Isa
Sangat Berbeda?

Baru-baru ini saya berbicara dengan sekelompok orang di Los Angeles. Saya bertanya kepada mereka, "Menurut pendapat kalian, siapakah Isa Almasih?" Mereka mengatakan bahwa Dia adalah pemimpin agama yang besar. Saya setuju dengan pendapat itu. Isa Almasih memang seorang pemimpin agama yang besar. Tetapi saya yakin, bahwa Dia lebih dari pada itu.

Banyak orang (pria & wanita) hingga akhir abad ini memiliki perbedaan pendapat yang besar atas pertanyaan "Siapakah Isa?" Mengapa banyak konflik terjadi karena seorang pribadi? Mengapa nama itu menyebabkan iritasi melebihi nama-nama pemimpin agama yang lain? Mengapa pada saat Anda berbicara tentang Allah tak ada seorangpun merasa terganggu, tetapi setelah Anda menyebut tentang Isa mereka seringkali segera menghentikan percakapan? Atau mereka menjadi diam? Suatu saat saya menyebut sesuatu tentang Isa kepada sopir taksi di London, dan tiba-tiba dia berkata,"Saya tidak suka berbicara tentang agama, khususnya Isa."

Seberapa besarkah perbedaan Isa dengan para pemimpin agama lainnya? Mengapa nama-nama seperti Budha, Muhammad, Confucius tidak tarasa menggangu bagi yang mendengarnya? Alasannya adalah bahwa para pemimpin agama ini tidak pernah mengklaim dirinya sebagai Allah, tetapi Isa mengatakannya. Itulah yang membuat Isa sangat berbeda dengan para pemimpin agama lainnya.

Tidak memerlukan waktu yang lama bagi orang-orang yang mengenal Isa untuk menyadari bahwa Ia telah membuat pernyataan yang mengejutkan tentang diri-Nya sendiri. Ini jelas dari pernyataan-Nya yang telah mengidentifikasikannya sebagai seseorang yang lebih dari sekedar nabi atau guru. Dia secara jelas menyatakan bahwa Dia Tuhan. Dia telah menunjukkan diri-Nya sebagai satu-satunya jalan menuju Allah, satu-satunya sumber pengampunan dosa, dan satu-satunya jalan keselamatan.

Bagi beberapa orang hal ini terlalu tidak umum, terlalu sulit bagi mereka yang ingin mempercayainya. Kini persoalannya bukan apa yang ingin kita pikirkan atau percayai, tetapi apa yang Isa katakan tentang diri-Nya?

Apa yang dikatakan oleh kitab Perjanjian Baru tentang hal ini? Kita seringkali mendengar frasa ini, "Ketuhanan Isa Almasih." Ini berarti Isa Almasih adalah Tuhan.

A. H. Strong dalam bukunya Teologia Sistematik mendefinisikan Allah sebagai "roh yang tak terbatas dan sempurna, dimana hanya didalam Dia saja seluruh alm semesta mempunyai sumber, sokongan, dan perhentian."{1} Definisi ini mewakili semua agama termasuk Muslim dan Yahudi. Teisme mengajarkan bahwa Tuhan adalah pribadi yang merencanakan dan menciptakan alam semesta ini. Tuhan memelihara dan mengaturnya hingga saat ini. Teisme dari sudut Kekristenan memberikan catatan tambahan pada definisi di atas: "...dan yang telah menjelma sebagai Isa dari Nasareth."

Isa Almasih sesungguhnya adalah sebuah nama dan gelar. Nama Isa (sabutan bahasa Arab) diambil dari nama Grika: Jeshua atau Joshua yang berarti "Yehova - Juruselmat" atau "Alah yang menyelamatkan." Gelar Almasih diambil dari kata Ibrani: Messiah (atau Ibrani Mashiach - Daniel 9:26) dan berarti "yang diurapi." Dua jabatan, raja dan imam, imasukkan dalam penggunaan gelar "Mesias." Gelar-Nya menegaskan Isa sebagai raja dan imam yang dijanjikan dalam nubuatan kitab Perjanjian Lama. Penegasan ini merupakan salah satu hal yang penting dan krusial untuk memiliki pemahaman yang seimbang tentang Isa dan Kekristenan.

Kitab Perjanjian Baru secara jelas memaparkan Almasih sebagai Tuhan. Nama-nama yang dikenakan kepada Almasih dalam Perjanjian Baru sepantasnya hanya diterapkan kepada Allah. Sebagai contoh, Isa disebut Allah dalam kalimat ini, "Menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita, Isa Almasih." (Titus 2:13; bandingkan Yohanes 1:1; Ibrani 1:8; Roma 9:5, I Yohanes 5:20,21). Sifat-sifat yang dalam Alkitab dihubungkan dengan Isa hanya dapat diterapkan pada Allah Isa dinyatakan memiliki eksistensi dengan sendirinya (Yohanes 1:4; 14:6); Mahahadir (Matius 28:20; 18:20); Mahatahu (Yohanes 4:16; 6:64; Matius 17:22-27); Mahkuasa (Whyu 1:8; Lukas 4:39-55; 7:14,15; Matius 8:26,27); dan mempunyai hidup abadi (1 Yohanes 5:11, 12,20; Yohanes 1:4).

Isa menerima penghormatan dan pujian yang selayaknya hanya diterima oleh Tuhan. Dalam konfrontasinya dengan Setan, Isa berkata, "Sudah tertulis, 'Kamu hanya akan menyembah Tuhan Alllahmu, dan melayani-Nya'" (Matius 4:10) Kini Isa menerima penyembahan sebagai Allah (Matius 14:33; 28:9) dan kadang-kadang menuntut untuk disembah sebagai Tuhan (Yohanes 5:23; bandingkan Ibrani 1:6; Wahyu 5:8-14).

Kebanyakan para pengikut Isa Almasih yang sebelumnya menganut Agama Yahudi percaya adanya satu Allah yang benar. Mereka penganut monoteis yang fanatik, kini mereka mengakui Isa sebagai inkarnasi Allah.

Karena pendidikan kerabiannya yang ekstensif, Paulus tentunya akan kurang suka terhadap gelar ketuhanan Isa, apalagi untuk menyembah seorang manusia yang berasal dari Nasareth dan menyebut-Nya Tuhan. Tetapi itulah yang dilakukan Paulus. Dia mengakui Anak domaba Allah (Isa) sebagai Tuhan ketika dia berkata, " Jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri" (Acts 20:28).

Setelah Almasih bertanya kepada Petrus tentang siapakah Dia sebenarnya, Petrus mengaku,"Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup." (Matius 16:16). Isa merespon pengakuan Petrus, tidak dengan mengoreksinya, melainkan membenarkan pengakuan itu dan menyebutkan sumbernya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga." (Matius 16:17).

Martha, seorang sahabat yang dekat dengan Isa berkata kepada-Nya, "Aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah" (Yohanes 11:27). Kemudian Natanael, yang berpikir bahwa tidak ada yang baik datang dari Nasaret. Dia mengakui bahwa Isa adalah "Anak Allah; Engkaulah Raja Israel." (Yohanes 1:49)

Ketika Stefanus dirajam, ia berseru dengan suara nyaring, Ya Tuhan Yesus (Isa), terimalah rohku!” (Kis 7:59). Penulis surat Ibrani menyebutkan Almasih sebagai Allah ketika dia menulis, “ Tetapi tentang Anak Ia berkata, TahtaMu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya.” (Ib 1:8). Yohanes Pembaptis memberitakan kedatangan Isa dengan berkata bahwa “Turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atasNya. Dan terdengarlah suara dari langit, ‘Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan’” (luk 3:22).

Kemudian sudah tentu kita mempunyai pengakuan Tomas, yang lebih dikenal sebagai “orang yang kritis.” Barangkali ia seorang sarjana. Ia berkata, “Aku tak akan percaya sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam luka bekas paku itu” (lih Luk 20:25). Saya dapat mengidentifikasikan diri saya dengan Thomas. Ia berkata, “Begini, ini bukan peristiwa sehari-hari, karena tidak setiap hari o-rang bangkit dari kematian atau menyatakan dirinya sebagai Allah yang menjelma. Aku perlu bukti.” Delapan hari kemudian setelah Thomas mengatakan rasa sangsinya mengenai Isa di hadapan para murid lainnya, “Isa berada kembali dalam rumah itu dan Thomas berada bersama-sama mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Isa datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, .Damai sejahtera bagi kamu!’ Kemudian Ia berkata kepada Thomas, ‘taruhlah jarimu dan cucukkan ke dalam lambungKu dan jangan Engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.’ Thomas menjawab Dia, ‘ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Isa kepadanya, ‘Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.’ “ (Yoh 20:26-29). Isa menerima pengakuan Thomas karena ketidak-percayaannya, tetapi bukan karena penyembahannya.

Pada titik ini seorang kritikus barangkali mau mengatakan bah-wa semua pengakuan dibuat oleh orang lain mengenai Almasih, dan berasal dari Almasih sendiri mengenai dirinya sendiri. Biasanya tuduhan yang muncul di dalam kelas para mahasiswa ialah bahwa orang-orang di masa Almasih itu salah faham tentang Dia, sama halnya dengan kita sekarang ini. Dengan kata lain, Isa tidak sungguh-sungguh menyatakan dirinya sebagai Allah.

Saya kira tidak demikian,dan saya yakin bahwa keilahian Almasih itu terdapat langsung dari halaman-halaman perjanjian Baru. Catatan-catatan itu berlimpah dan maknanya jelas. Seorang pengusaha yang memeriksa Alkitab untuk memastikan apakah Almasih benar-benar menyatakan diriNya sebagai Allah, berkata, “ Bila ada seorang yang membaca Perjanjian Baru, tetapi tidak menyimpulkan bahwa Isa menyatakan dirinya sebagai ilahi , maka dia sama halnya dengan seorang buta yang berdiri di luar ru-angan pada suatu hari yang cerah dan berkata bahwa dia tak bisa melihat matahari.”

Dalam Injil Yohanes ada konfrontasi antara Isa dengan sejumlah orang Yahudi. Konfrontasi itu dimulai ketika Isa menyembuhkan seorang lumpuh pada hari sabat (hari perhentian untuk ibadah orang Yahudi) dan kemudian memerintahkannya untuk mengangkat tikarnya dan berjalan. “Dan karena alasan inilah maka orang-orang Yahudi menganiaya Isa, karena Ia melakukan hal-hal tersebut pada hari sabat. Tetapi Ia menjawab mereka, ‘BapaKu bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.’ Sebab itu orang-orang Yahudi berusaha lagi untuk membunuhnya, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah BapaNya sendiri dan dengan demikian menyamakan diriNya dengan Allah” (Yoh 5:16-18).

Dalam pemahaman orang Yahudi, dengan mengatakan bahwa Allah adalah “BapaKu” dan bukan “Bapa kita”, maka Isa mengangggap diriNya sebagai Anak Allah. Sebagai akibatnya orang Yahudi semakin membenci dia. Isa bukan saja menyatakan dirinya sama derajat dengan Allah bila Dia menyebut Allah sebagai Bapanya. Melainkan juga Dia mengklaim bahwa dia adalah satu dengan Allah Bapa. Pada hari raya Pentahbisan (Peresmian dan pemberkatan) Bait Allah di Yerusalem, Isa didekati oleh sejumlah pemimpin-pemimpin Yahudi yang menanyakan apakah Ia memang Mesias itu. Isa mengakhiri komentarNya kepada mereka dengan mengatakan, “Aku dan Bapa adalah satu” (Yoh 10:30). “Sekali lagi orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Isa. Kata Isa kepada mereka, ‘Banyak pekerjaan baik yang berasal dari BapaKu yang kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?” Jawab orang Yahudi itu, “ Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diriMu dengan Allah (Yoh 10:31-33). Orang Yahudi tidak dapat menganggap kata-kata Isa itu lain daripada hujatan, dan mereka sendiri mulai melaksanakan hukum. Dalam hukum Taurat dinyatakan bahwa hujatan pada Allah harus dihukum rajam (Im 24:16). Tetapi orang-orang ini tidak membiarkan berlangsungnya proses hukum seperti seharusnya. Mereka tidak mengajukan tuduhan tertentu sehingga para penguasa dapat mengambil tindakan, tetapi mereka dalam kemarahannya mempersiapkan diri mereka sendiri untuk menjadi hakim-hakim dan sekaligus algojo-algojo.

Seorang profesor pernah mengatakan bahwa satu-satunya Injil di mana Isa menyatakan irinya sebagai Allah adalah Injil Yohanes, sedangkan itu adalah kitab terakhir yang ditulis. Ia enegaskan bahwa dalam Injil yang paling tua yaitu Injil Markus, tak sekalipun menyebutkan pernyataan Isa sebagai Allah. Profesor ini rupanya kurang cermat dalam membaca Injil Markus. Dalam Injil Markus, Isa menyatakan dirinya mampu mengampuni dosa. “Ketika Isa melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu, ‘ Hai anakKu, dosamu sudah diampuni!” (Mrk 2:5; lihat pula Luk 7:48-50). Menurut kaum Yahudi, hal ini hanya bisa dilakukan oleh Allah saja. Orang Yahudi terkejut mendengar perkataan Isa tersebut dan bertanya, “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat menagampuni dosa, selain Allah sendiri? (Mrk 2:7). Saya dapat mengampuni dosa orang yang bersalah kepada saya, tetapi saya tidak mempunyai wewenang untuk mengampuni dosa seseorang yang dilakukan kepada orang lain, apalagi dosa kepada Allah. Tetapi itulah yang dilakukan oleh Isa. Ia bertindak sebagai Allah yang mengampuni dosa manusia kepadaNya. Tidak heran jika orang Yahudi bereaksi keras ketika seorang tukang kayu dari Nazaret mengucapkan pernyataan yang demikian berani. Kuasa Isa ini untuk mengampuni dosa adalah contoh yang amat tegas bahwa dia melakukan sesuatu yang merupakan hak istimewa Allah saja.

Juga dalam Injil Markus ada catatan tentang waktu Isa diadili (14:60-64). Tata cara peradilan itu adalah salah satu acuan paling jelas terhadap pernyataan-pernyataan Isa tentang keilahiannya. “Maka Imam besar bangkit berdiri di tengah-tengah sidang dan bertanya kepada Isa, katanya, “ Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?’ Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam besar itu bertanya kepadaNya sekali lagi, katanya, ‘Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?’ Jawab Isa, ‘Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit.’ Maka Imam besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata, ‘untuk apa kita perlu saksi lagi? Kamu sudah mendengar hujatNya terhadap Allah. Bagaimana pendapat kamu?’ Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan bahwa Dia harus dihukum mati.”

Seorang teolog, Robert Anderson menunjukkan, “ Tak ada bukti yang lebih meyakinkan daripada bukti dari para saksi yang menaruh benci. Dan kenyataan bahwa Tuhan menyatakan keilahiannya terbukti jelas melalui tindakan musuh-musuhNya. Kita harus ingat bahwa orang-orang Yahudi bukanlah bangsa biadab yang bodoh, melainkan berbudaya tinggi serta amat saleh beribadah. Dan justru berdasarkan tuduhan itu, tanpa satu suara pun yang tidak setuju, hukuman matiNya dijatuhkan oleh Sanhedrin, yaitu Dewan Nasional teringgi mereka, yang terdiri dari pemimpin keagamaan dan yang paling terkemuka.

Menanggapi pernyataan Isa tersebut maka ada dua alternatif yang harus kita hadapi: yaitu bahwa pernyataan-pernyataanya itu memang hujatan, atau bahwa dia memang Allah. Hakim-hakimnya melihat masalahnya dengan jelas, malah dengan begitu jelas sehingga mereka menyalibkan dia dan kemudian mengejeknya karena “Ia menaruh harapanNya pada Allah … . Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah “ (Mat 27:43).

Hakim Gaynor, ahli hukum terkemuka dari Pengadilan New York, dalam pidatonya mengenai pengadilan Isa, menyatakan bahwa hujatan merupakan tuduhan satu-satunya yang dilontarkan kepada Isa dihadapan Sanhedrin. Pada kebanyakan pengadilan, orang diadili karena perbuatan mereka, tetapi bukanlah demikian halnya dengan Isa. Isa diadili karena siapa diriNya. Pengadilan Isa seharusnya cukup untuk memberikan kesaksian bahwa dia mengakui keilahianNya.

Selanjutnya yang menjadi pertanyaan yaitu: Apakah pernyataan Isa itu benar, bahwa Ia adalah Allah, atau pernyataan itu tidak benar, yang menunjukkan Ia pembohong atau mungkin Ia tidak tahu akan apa yang dikatakanNya?

Rahasia Kebahagiaan Hidup dan Keselamatan Jiwa

1
HUKUM YANG PERTAMA

TUHAN ALLAH MENGASIHI SAUDARA, DAN MEMPUNYAI SUATU RENCANA YANG INDAH BAGI HIDUP SAUDARA.

(Ayat-ayat yang terdapat di dalam buku kecil ini hendaknya dibaca dari Alkitab sedapat mungkin.)

KASIH ALLAH
"Karena begitu kasih Allah akan dunia ini, sehingga la telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal"
Yohanes 3:16.

RENCANA ALLAH
(Kristus berkata), "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan" (suatu kehidupan yang berarti dan penuh kebahagiaan)
Yohanes 10:10b.

Apakah sebabnya banyak orang tidak pernah mengalami kehidupan yang berkelimpahan dan penuh kebahagiaan ini?


seBAB
2
HUKUM YANG KEDUA
MANUSIA PENUH DOSA DAN TERPISAH DARI TUHAN ALLAH, SEHINGGA IA TIDAK DAPAT MENGETAHUI DAN MENGALAMI KASIH DAN RENCANA ALLAH BAGI HIDUPNYA.

MANUSIA PENUH DOSA

"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah"
Roma 3:23

Manusia diciptakan untuk bersekutu dengan Tuhan Allah, akan tetapi karena kekerasan hatinya, ia memilih jalannya sendiri sehingga persekutuannya dengan Tuhan Allah terputus. Menurut Alkitab, kekerasan hati untuk memilih jalan sendiri dan ingin bebas dari Tuhan Allah disebut dosa dan diwujudkan, baik dengan sikap melawan maupun dengan sikap masa bodoh.

MANUSIA TERPISAH DARI TUHAN ALLAH

"Sebab upah dosa ialah maut . . ." (terpisah dari Allah untuk selama-lamanya)
Roma 6:23

Tuhan Allah Maha Suci, sedangkan manusia penuh dosa। Karena itu ada satu jurang pemisah antara Tuhan Allah dengan manusia. Manusia selalu berusaha untuk mencari Tuhan Allah dan kehidupan yang penuh kebahagiaan melalui usahanya sen diri yaitu kehidupan yang baik, etika, filsafat dan lain-lain, namun gagal disebabkan karena dosanya.





Hukum yang ketiga memberikan kita jalan ke luar dari kesulitan ini।

3

HUKUM YANG KETIGA
YESUS KRISTUS ADALAH SATU-SATUNYA JALAN KESELAMATAN YANG TELAH DITENTUKAN OLEH TUHAN ALLAH UNTUK KEAMPUNAN DOSA MANUSIA, MELALUI DIA SAUDARA DAPAT MENGETAHUI DAN MENGALAMI KASIH DAN RENCANA ALLAH BAGI SAUDARA.

KRISTUS MATI GANTI KITA

"Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa"
Roma 5:8

KRISTUS TELAH BANGKIT PULA DARI KEMATIAN

".....Kristus telah mati karena dosa kita...la telah dikuburkan...Ia telah dibangkitkan pada hari yang ketiga sesuai dengan Kitab Suci,...la telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas muridNya. Sesudah itu la menampakkan diri kepada lebih dari 500 saudara sekaligus."
1 Korintus 15:3-6

KRISTUS ADALAH SATU-SATUNYA JALAN

Kata Yesus kepadanya, "Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku"
Yohanes 14:6

Allah telah menjembatani jurang pemisah antara manusia dengan DiriNya dengan mengirimkan AnakNya, Yesus Kristus, untuk mati di kayu salib menggantikan kita.







Tidak cukup hanya mengetahui ketiga hukum ini . .
4
HUKUM YANG KEEMPAT
KITA HARUS MENERIMA YESUS KRISTUS MENJADI JURUSELAMAT DAN TUHAN KITA, DENGAN MENGUNDANGNYA SECARA PRIBADI. DENGAN DEMIKIAN KITA DAPAT MENGETAHUI DAN MENGALAMI KASIH DAN RENCANA ALLAH BAGI HIDUP KITA.

KITA HARUS MENERIMA KRISTUS

"Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya"
Yohanes 1:12

KITA MENERIMA KRISTUS DENGAN IMAN

"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu, jangan ada orang yang memegahkan diri"
Efesus 2:8,9

KITA MENERIMA KRISTUS, DENGAN MENGUNDANGNYA SECARA PRIBADI

(Kristus berkata, "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetuk, jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya...."
Wahyu 3:20

Menerima Kristus berarti berpaling dari diri sendiri kepada Tuhan Allah, serta menyerahkan seluruh pribadi kita, yaitu akal budi, perasaan dan kemauan. Karena itu tidak cukup hanya mengerti ajaran Kristus dengan akal kita saja atau menanggapinya berdasarkan perasaan semata-mata; kita harus mengambil tindakan berdasarkan kemauan kita, untuk menyerahkan setiap segi kehidupan kita dikuasai oleh Yesus Kristus.

Kedua lingkaran ini menggambarkan dua macam kehidupan:


Lingkaran manakah yang mencerminkan kehidupan saudara?
Lingkaran manakah yang saudara ingin akan mencerminkan kehidupan saudara?

Yang berikut ini menjelaskan bagaimana saudara dapat menerima Kristus:


SEBAGAI SATU TINDAKAN KEMAUAN, SAUDARA DAPAT MENERIMA KRISTUS SEKARANG INI JUGA DENGAN DOA BERDASARKAN IMAN. (Doa adalah percakapan dengan Tuhan)

Berdoalah dengan kata-kata saudara sendiri. Tuhan Allah mengetahui isi hati saudara dan tidak bergantung pada kata-kata saudara. Berikut ini adalah satu saran doa:

"Tuhan Yesus, saya memerlukan Dikau. Saya membuka pintu hatiku dan menerima Dikau sebagai Juruselamat dan Tuhanku. Terima kasih, karena Tuhan telah mangampuni dosa-dosaku. Kuasailah tahta hatiku. Bentuklah saya menjadi seorang pribadi yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Amin."

Apakah doa ini menyatakan keinginan hati saudara? Kalau saudara berdoa dengan iman dan mengundang Kristus untuk menguasai hidup saudara, apakah yang akan terjadi? Jika demikian, ucapkanlah doa ini sekarang juga, maka Kristus akan masuk ke dalam hati dan hidup saudara sebagaimana telah dijanjikan Nya.

SuLit Banget Ya Mengucap syukur....Tanya Kenapa ??

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depanruang kerja pertama dan berkata, " Ini adalah Seksi Penerimaan. Di sini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima".

Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan berkat yangdiminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya". Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Adabanyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangatkecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk di sana, hampir tidak melakukan apapun. "Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikat-ku pelan. Dia tampak malu. "Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku. "Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. " Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih". "Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?", tanyaku. "Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata, "Terima kasih, Tuhan".

"Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri", tanyaku. Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini."

"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia."

"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu."

Juga.... "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ... engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini."

"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat, maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".

"Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan ... maka engkau termasuk orang yang sangat jarang."

"Jika engkau masih bisa mencintai ... maka engkau termasuk orang yang besar, karena cinta adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun."

"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan."

"Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa engkau lebih diberkati dari pada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali".

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa. diberkatinya kita semua.

"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu ."

Referensi : Nikmati Hari Baik Setiap Hari (Max Lucado)
Ditujukan pada : Saudara-saudaraku yang Terkasih Di daLam Tuhan
"Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anug'rah-Mu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi."

Pengikut

All About Me

Foto saya
PekanBaru, RIAU, Indonesia
I'm now in Riau University, my study program is Fisheries Engineering Product (Teknologi HAsil Perikanan) Thanks God For Your Keeping Me....!!!